25 Agustus 2023

Innalillahi! Mantan Ketua Golkar Jember, Yantit Budi Hartono Meninggal Dunia

Berita Golkar - Yantit Budi Hartono, anggota Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan dan mantan ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia, Jumat (25/8/2023) pagi.

Yantit meninggal dunia karena sakit dalam usia 59 tahun. Ia dimakamkan di tempat pemakaman umum Tunjung, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jumat siang, setelah warga menunaikan salat Jumat.

Sebelum meninggal, Yantit pernah menjabat Ketua DPD Golkar Jember 2004 – 2017, menggantikan Machmud Sardjujono. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD Jember 2009 – 2014 mewakili Golkar. Setelah lama tak terdengar di dunia politik, ia dilantik menjadi satu dari tiga orang anggota Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember pada 15 Agustus 2022.

Ketua DPD Partai Golkar Jember Karimullah Dahrujiadi terkejut mendengar kabar pagi ini. “Kami keluarga besar Partai Golkar berduka cita atas wafatnya Pak Yantit,” katanya.

Baca Juga: Daftar DCS Partai Golkar Untuk Perebutkan Kursi DPRD Kabupaten Purwakarta

Karimullah sempat menjenguk Yantit setelah menjalani operasi empedu beberapa waktu lalu. “Beliau dalam kondisi cukup sehat saat itu,” katanya.

Yantit dalam pandangan Karimullah adalah sosok yang tegas dan supel. “Beliau mau mendengar dan punya semangat untuk belajar. Beliau terbuka terhadap masukan dan diiringi guyonan. Beliau kalau melemparkan humor seperti sedang serius. Kami sama-sama jadi anggota DPRD Jember dan saling belajar,” katanya.

Direktur Utama PDP Kahyangan Sofyan Sauri mengaku tak begitu mengenal sosok Yantit. Sebagai anggota Dewan Pengawas, Yantit punya tugas mengawasi proses bisnis dan direksi Kahyangan. Namun setelah dilantik menjadi anggota Dewan Pengawas, dia jatuh sakit dan lebih banyak berkonsentrasi untuk proses penyembuhan.

“Sebelum maksimal, beliau sakit. Tak bisa beraktivitas. Beliau hanya mengikuti rapat dua atau tiga kali. Sakit beliau sudah lama. Katanya ada penyumbatan di empedu, dan kemudian dilakukan operasi beberapa kali. Terakhir di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang,” kata Sofyan. (sumber)

 

fokus berita : #Yantit Budi Hartono